Sabtu Tersibuk
31 Agustus 2008 pada 4:16 | Ditulis dalam Uncategorized | 1 KomentarKaitkata: diary, kenduri, sibuk
Sabtu pagi seharusnya jadi hari paling pribadi dalam agendaku. Mau nyuci baju yang udah direndam seharian, ganti oli motor yang udah 3 bulan lebih belum ganti, bersihin karburator, ganti lampu depan motor kakakku yang mati, dsb. Tapi Sabtu kemarin jadi Sabtu yang sangat sibuk. Jum’at malam (pukul 22.32 – aku dah tepar, capek habis dari Gelanggang Expo ’08, daftar UKM pingpong) dapet sms undangan untuk dateng acara Sabtu siang di kampus. Langsung aku bales kalo aku gak bisa. Soalnya paginya ada agenda wajib geofis 07: survei; dan biasanya pulang sore. Padahal kalo gak ada acara lain pengen ikut ke kampus sih.
Mahasiswa UGM Diculik!
30 Agustus 2008 pada 20:16 | Ditulis dalam Uncategorized | 26 KomentarKaitkata: 5S, penculikan, sms, TKI, ugm
Sabtu siang, 30 Agustus 2008 pukul 13.15 WIB, di sebuah musholla yang tenang dan damai.
Temenku baru saja ditelepon ayahnya. Entah ngomong masalah apa. Tapi sempat ngasih tau kalo ada anak UGM yang diculik. Hah! Yang anak UGM sendiri malah belom tau. Aku pun jadi penasaran. Aku harus memastikan kebenaran berita itu. Maka insting detektifku pun muncul. Yang pertama kuhubungi adalah Mr. G (keliatan banget). Seteleh kutelusuri selama bermenit-menit, akhirnya terungkaplah siapa jati dirinya. Apakah tokoh fiktif atau nyata.
Kronologis Penculikan
Pada Selasa lalu (26/8/08) Ayah Jejen mendapat SMS dari Jejen. Isinya mengabarkan bahwa sekitar pukul 11.00 WIB, ketika dirinya sedang berangkat kuliah melewati jalan Malioboro, dipanggil oleh 3 orang laki-laki tak dikenal yang dikira temannya. Lalu dia pun mendekat. Tapi tiba-tiba dia langsung dimasukkan dalam mobil Isuzu Panther yang didalamnya sudah menunggu 4 laki-laki yang juga tidak dikenalnya. Selanjutnya korban dibawa pergi.
Pada hari rabu (27/8/08) ayah Jejen kembali mendapatkan pesan singkat lewat SMS dari Jejen yang isinya korban dinaikkan ke sebuah kapal bersama 50-60 orang lainnya, dan dibawa ke Surabaya. Mereka dipaksa menjadi pekerja dan dikirim ke Australia. (sumber: tempo & suara merdeka)
Siapa Jejen?
Dia adalah temenku (temennya temenku dink. berarti kan temenku juga. hehe). Nama lengkapnya adalah Jejen Suwandi. Lahir di Karawang, 11 Maret 1989. Alamatnya di Babakan Kukun, desa Panyingkiran, kec. Rawamerta, kab. Karawang, Jawa Barat. Lanjutkan Membaca Mahasiswa UGM Diculik!…
awas ambulans!
30 Agustus 2008 pada 7:51 | Ditulis dalam Rehat | Tinggalkan KomentarKaitkata: aneh, awas!
SORE kemarin jam 17.20 aku naik motor lewat jalan kaliurang, mo ke kampus. Waktu itu dah deket per4an polres bulaksumur. Tau2 kedengeran suara sirine. Entah mobil polisi atau ambulans, susah dibedain. Suaranya makin lama makin keras. Aku jadi penasaran. Laju motor pun aku turunkan. Perhatiin mobil dari arah berlawanan satu2.
Tiba2..
THIINN!!
Suara klakson! Aku pun agak menepi. Ternyata… ada ambulans di BELAKANG! Masya Allah.. Pak sopir, maafkan saya.. Ambulan pun melaju kencang menuju RS. Sardjito..
Diary Pascal 2008: Hari ke-4 (bag 2-habis)
27 Agustus 2008 pada 22:19 | Ditulis dalam Kuliah | Tinggalkan KomentarKaitkata: diary, ospek, pascal, ugm
Lalu, dibacakanlah usulan final setiap kelompok oleh masing-masing perwakilan. Setiap kelompok memiliki 1-2 usulan pokok. Kelompok A mengusulkan untuk membuatkan rumah singgah, dan mengajarkan pendidikan informal bagi anak-anak jalanan itu. Pokoknya anak-anak jalanan dibuat betah di rumah, sekaligus diberi pendidikan berupa baca-tulis maupun ketrampilan-ketrampilan lain oleh sukarelawan dari mahasiswa baru.
Sedangkan usulan dari kelompok B adalah memberikan mereka sumbangan berupa uang. Uang itu dikumpulkan oleh setiap mahasiswa baru fmipa ugm 2008, sebanyak 100 rupiah setiap harinya. Andaikan jumlah maba itu 800 orang, maka tiap harinya akan terkumpul uang sebanyak 80.000 rupiah. Dan dalam sebulan terkumpul Rp 2.400.000,00. Uang segitu cukuplah untuk membiayai sekolah para anak jalanan.
Lanjutkan Membaca Diary Pascal 2008: Hari ke-4 (bag 2-habis)…
Diary Pascal 2008: Hari ke-4 (bag 1)
27 Agustus 2008 pada 20:58 | Ditulis dalam Kuliah | Tinggalkan KomentarKaitkata: diary, ospek, pascal, ugm
Hari ini dimulai seperti biasa. Panitia kumpul jam 05.15. Peserta udah pada dateng. Mulai upacara jam 06.00. Peserta ada yang telat. Gak pernah berubah. Selesai upacara, dimulailah acara yang telah diberitahukan kepada para peserta maupun panitia, yaitu sharing dan berbagi bersama anak jalanan. Mereka didatangkan dari daerah sekitar, yaitu anak-anak yang biasa lalu-lalang di perempatan sekitar UGM. Jumlahnya sekitar (aduh lupa, gak ngitung) 10-an.
Mereka diajak ngobrol dan ditanya-tanyai oleh para maba, tentang kehidupan mereka di jalanan. Ketika ditanya asalnya, ada yang dari kalimantan, jakarta, klaten, dll. Wuih,,jauh-jauh ternyata. Trus, ketika ditanya apa alasan mereka jadi anak jalanan, ada yang kabur dari rumah. Ada yang orang tuanya cerai. Ada pula yang datang ke sini bareng neneknya. Lho? Neneknya di mana? “Di rumah,” katanya. Lho?
“Kenapa kamu gak tinggal bareng nenek aja?”
“Lebih enak hidup di jalan.”
“….”
Diary Pascal 2008: Hari ke-3
27 Agustus 2008 pada 20:47 | Ditulis dalam Kuliah | 2 KomentarKaitkata: diary, ospek, pascal, ugm
Pascal hari ketiga berjalan seperti biasa. Panitia briefing pagi pukul 05.15, dan maba juga udah pada dateng. Tetapi ada yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Para inspektur putra memakai baju koko, untuk mempromosikan KOKO DAYS tiap hari Jum’at di mipa bagi yang muslim. Selain itu, paginya tidak ada ABRI, tidak ada bentak-bentakan, dan tidak ada hukuman fisik. Jadwal upacara masih seperti biasa, mulai pukul 06.00. Sayang sekali, masih ada beberapa orang yang terlambat. Karena tidak ada ABRI yang menahan peserta yang terlambat, maka proses pemberian sanksi menjadi berubah. Peserta yang terlambat datang, langsung ikut bergabung ke barisan upacara.
Tetapi sebelum sampai di lapangan, nama dan kompinya dicatat oleh beberapa inspektur. Wajahnya juga diabadikan oleh beberapa orang tim dari dokumentasi alias PDD. Wah, kok mukanya kusut-kusut ya? Mungkin belum disetrika kali ya.. Tanpa ABRI, beban mental tidak hilang begitu saja. Dari yang sebelumnya takut karena dibentak-bentak, mungkin sekarang juga takut kalau ada apa-apa dengan daftar peserta yang terlambat itu.
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.