Gara-gara Ayat-ayat Cinta
29 Januari 2009 pada 9:33 | Ditulis dalam ra donk kehidupan, Seputar Islam | 4 KomentarKaitkata: aac, anis matta, ayat-ayat cinta, Bait-bait Cinta, cinta, habiburrahman, kcb, Lafaz Cinta, Makrifat Cinta, Mujahid Cinta, Munajat Cinta, Musafir Cinta, novel, Syahadat Cinta, ugm
Kesuksesan novel AAC (ayat-ayat cinta) memang tak diragukan lagi. Buktinya, novel ini sampai difilmkan. Tak sedikit orang yang tertarik dan menonton filmnya meskipun belum membaca novelnya. Menceritakan kisah cinta yang tak biasa, membuatnya menarik untuk dibaca.
Ada satu lagi bukti yang menarik tentang kesuksesan novel ini. Ayat-ayat cinta mampu melahirkan sebuah sindrom yang aku sebut sindrom mengekor. Kasusnya mirip dengan yang terjadi di siaran televisi. Ketika sebuah acara tv mendapat rating yang tinggi dari penonton, maka muncullah acara sejenis di stasiun tv yang lain. Contohnya cerita religi, sinetron anak yang ajaib-ajaib, reality show, dan masih banyak lagi. Yang sering nonton tv pasti tau lah.
Nah, sama halnya dengan ayat-ayat cinta. Setelah novel ini sukses di pasaran, muncullah novel-novel lain yang bertema cinta. Judulnya pun mirip. Sebuah ‘kata berbahasa arab’ yang diikuti dengan kata ‘cinta’. Bahkan nama pengarangnya pun mirip (atau memang dimirip-miripkan). Hehe.
Lanjutkan Membaca Gara-gara Ayat-ayat Cinta…
Mahasiswa UGM Diculik!
30 Agustus 2008 pada 20:16 | Ditulis dalam Uncategorized | 26 KomentarKaitkata: 5S, penculikan, sms, TKI, ugm
Sabtu siang, 30 Agustus 2008 pukul 13.15 WIB, di sebuah musholla yang tenang dan damai.
Temenku baru saja ditelepon ayahnya. Entah ngomong masalah apa. Tapi sempat ngasih tau kalo ada anak UGM yang diculik. Hah! Yang anak UGM sendiri malah belom tau. Aku pun jadi penasaran. Aku harus memastikan kebenaran berita itu. Maka insting detektifku pun muncul. Yang pertama kuhubungi adalah Mr. G (keliatan banget). Seteleh kutelusuri selama bermenit-menit, akhirnya terungkaplah siapa jati dirinya. Apakah tokoh fiktif atau nyata.
Kronologis Penculikan
Pada Selasa lalu (26/8/08) Ayah Jejen mendapat SMS dari Jejen. Isinya mengabarkan bahwa sekitar pukul 11.00 WIB, ketika dirinya sedang berangkat kuliah melewati jalan Malioboro, dipanggil oleh 3 orang laki-laki tak dikenal yang dikira temannya. Lalu dia pun mendekat. Tapi tiba-tiba dia langsung dimasukkan dalam mobil Isuzu Panther yang didalamnya sudah menunggu 4 laki-laki yang juga tidak dikenalnya. Selanjutnya korban dibawa pergi.
Pada hari rabu (27/8/08) ayah Jejen kembali mendapatkan pesan singkat lewat SMS dari Jejen yang isinya korban dinaikkan ke sebuah kapal bersama 50-60 orang lainnya, dan dibawa ke Surabaya. Mereka dipaksa menjadi pekerja dan dikirim ke Australia. (sumber: tempo & suara merdeka)
Siapa Jejen?
Dia adalah temenku (temennya temenku dink. berarti kan temenku juga. hehe). Nama lengkapnya adalah Jejen Suwandi. Lahir di Karawang, 11 Maret 1989. Alamatnya di Babakan Kukun, desa Panyingkiran, kec. Rawamerta, kab. Karawang, Jawa Barat. Lanjutkan Membaca Mahasiswa UGM Diculik!…
Diary Pascal 2008: Hari ke-4 (bag 2-habis)
27 Agustus 2008 pada 22:19 | Ditulis dalam Kuliah | Tinggalkan KomentarKaitkata: diary, ospek, pascal, ugm
Lalu, dibacakanlah usulan final setiap kelompok oleh masing-masing perwakilan. Setiap kelompok memiliki 1-2 usulan pokok. Kelompok A mengusulkan untuk membuatkan rumah singgah, dan mengajarkan pendidikan informal bagi anak-anak jalanan itu. Pokoknya anak-anak jalanan dibuat betah di rumah, sekaligus diberi pendidikan berupa baca-tulis maupun ketrampilan-ketrampilan lain oleh sukarelawan dari mahasiswa baru.
Sedangkan usulan dari kelompok B adalah memberikan mereka sumbangan berupa uang. Uang itu dikumpulkan oleh setiap mahasiswa baru fmipa ugm 2008, sebanyak 100 rupiah setiap harinya. Andaikan jumlah maba itu 800 orang, maka tiap harinya akan terkumpul uang sebanyak 80.000 rupiah. Dan dalam sebulan terkumpul Rp 2.400.000,00. Uang segitu cukuplah untuk membiayai sekolah para anak jalanan.
Lanjutkan Membaca Diary Pascal 2008: Hari ke-4 (bag 2-habis)…
Diary Pascal 2008: Hari ke-4 (bag 1)
27 Agustus 2008 pada 20:58 | Ditulis dalam Kuliah | Tinggalkan KomentarKaitkata: diary, ospek, pascal, ugm
Hari ini dimulai seperti biasa. Panitia kumpul jam 05.15. Peserta udah pada dateng. Mulai upacara jam 06.00. Peserta ada yang telat. Gak pernah berubah. Selesai upacara, dimulailah acara yang telah diberitahukan kepada para peserta maupun panitia, yaitu sharing dan berbagi bersama anak jalanan. Mereka didatangkan dari daerah sekitar, yaitu anak-anak yang biasa lalu-lalang di perempatan sekitar UGM. Jumlahnya sekitar (aduh lupa, gak ngitung) 10-an.
Mereka diajak ngobrol dan ditanya-tanyai oleh para maba, tentang kehidupan mereka di jalanan. Ketika ditanya asalnya, ada yang dari kalimantan, jakarta, klaten, dll. Wuih,,jauh-jauh ternyata. Trus, ketika ditanya apa alasan mereka jadi anak jalanan, ada yang kabur dari rumah. Ada yang orang tuanya cerai. Ada pula yang datang ke sini bareng neneknya. Lho? Neneknya di mana? “Di rumah,” katanya. Lho?
“Kenapa kamu gak tinggal bareng nenek aja?”
“Lebih enak hidup di jalan.”
“….”
Diary Pascal 2008: Hari ke-3
27 Agustus 2008 pada 20:47 | Ditulis dalam Kuliah | 2 KomentarKaitkata: diary, ospek, pascal, ugm
Pascal hari ketiga berjalan seperti biasa. Panitia briefing pagi pukul 05.15, dan maba juga udah pada dateng. Tetapi ada yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Para inspektur putra memakai baju koko, untuk mempromosikan KOKO DAYS tiap hari Jum’at di mipa bagi yang muslim. Selain itu, paginya tidak ada ABRI, tidak ada bentak-bentakan, dan tidak ada hukuman fisik. Jadwal upacara masih seperti biasa, mulai pukul 06.00. Sayang sekali, masih ada beberapa orang yang terlambat. Karena tidak ada ABRI yang menahan peserta yang terlambat, maka proses pemberian sanksi menjadi berubah. Peserta yang terlambat datang, langsung ikut bergabung ke barisan upacara.
Tetapi sebelum sampai di lapangan, nama dan kompinya dicatat oleh beberapa inspektur. Wajahnya juga diabadikan oleh beberapa orang tim dari dokumentasi alias PDD. Wah, kok mukanya kusut-kusut ya? Mungkin belum disetrika kali ya.. Tanpa ABRI, beban mental tidak hilang begitu saja. Dari yang sebelumnya takut karena dibentak-bentak, mungkin sekarang juga takut kalau ada apa-apa dengan daftar peserta yang terlambat itu.
Diary Pascal 2008: Hari ke-2
27 Agustus 2008 pada 20:29 | Ditulis dalam Kuliah | 1 KomentarKaitkata: diary, ospek, pascal, ugm
Yeah, setelah beberapa hari tertunda, akhirnya sekarang diposting juga. Oke, diary berlanjut…
Seperti hari pertama, aku dateng ke kampus fmipa ugm ini jam 5.10. Dan seperti biasa, para maba udah datang pagi buta. Bahkan lebih rame dari kemarin. Karena kemarin pada dimarahi gara-gara telat, atau nyeleseiin tugas yang belum kelar ya? Yang jelas, mau dateng jam brapa aja boleh, asal gak telat. Hehe.
Jam 6 upacara. Seperti biasa. Ah, selalu saja ada yang terlambat. Telat emang susah dihindari. Apapun alesannya. Ada yang bangun kesiangan, berangkat kesiangan, jalan macet, atau apalah. Siapa juga yang pengen telat. Sama sekali gak punya prospek cerah. Selalu dibentak-bentak dan dimarahi. Berbaris rapi di depan teman-temannya yang sedang upacara. Setelah itu diinterogasi, lalu dihukum bareng-bareng. Push-up ato apalah. Yang jelas, udah capek sebelum acara dimulai. Buat pelajaran biar besok berusaha buat gak telat lagi.
Pengecekan tugas berjalan lumayan lancar, gak seperti hari kemarin yang agak kacau. Kemarin disuruh bawa jeruk, anggur dan stroberi seharga Rp 1.000,00. Ada yang bawa buah beneran, ada juga yang bawa permen. Tentu saja permen rasa buah-buah yang disebutkan itu. Adek-adeknya (banyak yang lebih tua dari angkatan 2007, tapi tetep disebut adek. Hehe) alias maba-miba kemarin, ketika disampaikan tugas-tugasnya pada bingung. Masa buah jeruk seribu, anggur seribu, stroberi seribu… Tapi mau beli apa tetep kuserahkan pada mereka. Kalo menurutku sih buah asli. Tapi kalo mau beli permen ya terserah. Oke-oke aja. Toh mereka sendiri yang makan. Tapi akhirnya adek-adekku bawa buah beneran. Anggurnya enak. Jadi pengen makan lagi ![]()
Lanjutkan Membaca Diary Pascal 2008: Hari ke-2…
Diary Pascal 2008: Hari ke-1
20 Agustus 2008 pada 21:38 | Ditulis dalam Kuliah | 4 KomentarKaitkata: diary, ospek, pascal, ugm
Tanggal 19 malam merupakan malam pertama paling sibuk bagi para tentara NKRI. Bahkan aku melihat salah seorang prajurit dari negara tetangga yang juga sedang bersiap mengikuti perjuangan di negaranya. Malam itu pukul 23.30, aku menyusuri parit Mataram untuk menuju ke tempat persinggahan. Wah bahasanya terlalu susah. Pakai yang biasa aja ya. Hehe.
Tampak di depanku seorang pengendara sepeda motor bernomor polisi AD 6*** SP (hayo siapa?? Pasti anak kost). Sedang melaju ke arah timur, melewati bundaran pascasarjana. Masih dengan atribut lengkap: pakai sepatu, kaos kaki, celana hitam, dan jas almamater. Di lehernya dikalungkan sebuah karton yang berlubang di bagian tengahnya. Sampai di perempatan polres bulaksumur, dia berbelok ke arah selatan. Wow, sampai jam segitu masih mencari buruan. Hebat sekali..
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.