barang rusak? tak masalah!

Setelah 2 pekan yang lalu berhasil membongkar kasus meninggalnya sinyal radio milik nenekku, rupanya aku jadi terobsesi menjadi reparator barang-barang elektronik milik keluarga. Entah kenapa, kalo liat ada barang elektronik yang rusak, pengen aku bongkar. Entah nantinya jadi beres dan kembali normal, atau malah tambah hancur.
Kemarin pagi aku bongkar2 hape, lengkap dengan chargernya. Dan akhirnya berhasil, meski penyakit bawaannya masih ada. Lalu, sorenya pukul 18.30, rasa penasaran muncul lagi. Tanganku mulai gatal melihat MP4 playerku tergeletak begitu saja di atas meja. Sudah beberapa bulan yang lalu (kira-kira setelah Idul Adha tahun 2007) lampu LCDnya mati. Mungkin gara-gara jatuh. Soalnya ketika beberapa minggu kemudian kubongkar (udah nggak garansi), dudukan LCDnya telah patah. Sejak itu tak pernah berfungsi lagi sebagai media hiburan. Gambar apapun di layar nggak kelihatan. Satu-satunya yang masih tersisa adalah fungsi utamanya sebagai flashdisk. Rencananya ingin kubawa ke tukang servis. Tapi di mana? Yang ada juga biasanya Cuma jual aja, nggak nyediain reparasi. Akhirnya tetap bertahan sampai sekarang.

Aku pun berniat untuk memperbaikinya. Cepat2 kubuka sekrupnya. Kuecil banget. Sayangnya obeng yang cocok dengan ukuran sekecil itu hilang entah ke mana. Tak ada obeng, cutter pun jadi. Pake ujung cutter, kubuka-lah dua sekrup berdiameter 2 mm yang masing2 ada di sisi kanan dan kiri. Casingnya kulepas, lalu kupisahkan tombol2nya. Di situ ada baterai, PCB berisi komponen utama, dan sebuah layar. Lalu kunyalakan. Dilihat dengan sudut tertentu, kelihatan kalo layarnya nyala. Kalo layarnya digoyang2 sedikit, lampunya nyala. Lalu mati lagi. Kelihatan banget kalo ada yang kendur. Tapi aku gak tau di bagian mana. Sampai kuulangi berkali-kali.

Agak lama kujungkirbalikkan, akhirnya kutemukan penyebabnya. Konektor LCD ke PCB memang kendur (entah namanya apa. Adakah anak elins?). Konektornya lebar. Aku coba menekan-nekan bagian yang dicurigai kendur. Bingo!! Ketemu juga akhirnya. Ternyata simpel. Bagian itu harus menempel dengan rapat ke PCB. Langkah yang kulakukan sederhana. Ambil selotip, lalu tempelkan bagian yang kendor itu rapat2. Tak coba lagi. Yeah! Sukses! Langkah terakhir adalah memasang kembali casingnya.
Krak!! Casing bagian depan kejatuhan kaki. (hiks). Karena Cuma dari plastik, ya mau gimana lagi. Untung masih punya lem cyanoacrylate adhesive (apa hayoo..). Akhirnya dilem, meski jadi jelek. Hmmm.. akhirnya MP4-ku bangkit dari kubur!!


Pelajaran yang terpenting dari kejadian ini adalah, kalau ada barang rusak, dan bisa kita perbaiki sendiri, kenapa tidak? Hanya dibutuhkan sedikit keberanian untuk mencoba dan bereksperimen. Tak perlu takut dengan kegagalan. Pertama kita mencoba mungkin merasa was-was, bagaimana jadinya kalo nanti malah rusak, tambah parah, ada yang patah, kebakar, gak bisa balik ke kondisi semula, dan kekhawatiran lainnya. Tetapi hal yang perlu diingat adalah, hanya ada dua kemungkinan:
1) Jika barang itu didiamkan saja, maka Anda tetap berada di wilayah aman. Tidak akan terjadi perubahan apapun dengan barang-barang itu. Toh jika memang masih butuh dan punya uang, nanti dibawa ke tukang servis kan beres. Anda merasa tidak tahu dan tidak mau tahu dengan masalah itu. Resiko Anda kecil, tidak ada yang marah2 kepada Anda kalau terjadi apa2 dengan barang itu. Terutama jika itu adalah barang yang penting untuk orang2 di sekitar Anda.
2) Anda tertarik untuk mendekati benda itu lalu mengamatinya. Langkah selanjutnya adalah memperhatikan setiap lekuk barang itu. Anda ingin tahu isinya (bukan ‘tahu isi’ lho), bagaimana cara kerjanya, atau serumit apakah komponennya. Kemudian, carilah sekrup atau apapun yang menjaga barang itu tetap rapat. Siapkan ‘alat perang’, untuk membukanya jika memungkinkan. Anda memahami resiko yang mungkin terjadi dan siap menanggungnya. Anda telah meninggalkan zona aman. Jika usaha Anda sudah menemui jalan buntu, barulah minta tolong kepada orang lain. Misalnya Anda tidak mampu memprediksi bagian mana dari alat itu yang rusak. Disarankan untuk menyerahkan kepada ahlinya, jangan asal seek and destroy.
Dari dua kemungkinan tersebut, terserah mau pilih yang mana. Tetapi ada hal yang perlu diketahui. Setiap kali kita berhasil menyelesaikan suatu masalah, akan ada kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. Dan tak jarang akhirnya berkata, ”Ternyata mudah…” Bisa dipastikan, kalau seseorang menganggap mustahil sesuatu, pasti karena dia sendiri belum mencobanya. Keberhasilan itu tidak hanya menghibur diri Anda sendiri, tetapi juga membuat senang orang-orang di sekitar Anda. Mereka bangga punya saudara atau teman seperti Anda.

lho, akhire kok malah amburadul ngene???

santai aja, ini bagian belakang PCB. Betapa susah percaya kalo orang dulu liat barang sekecil ini bisa jadi radio, pemutar musik, pemutar video, e-book, voice recorder.. Emang rumit, tapi bisa kan?

Kita itu kadang2 cuma jadi konsumen. Pake aja susah, apalagi bikin… hha.. Kita emang butuh belajar!

7 thoughts on “barang rusak? tak masalah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s