Kuliah Kerja (tak) Nyata

Daerahku tuh nggak ndeso banget tapi kok ya kemasukan orang KKN. Tapi nggak papa ding, aku juga nggak mau kalo ntar daerahku jadi kota. Maksude kekota-kotaan. Rame dikit nggak masalah, asal keakrabannya itu lho, masih sangat erat. Di dusunku ada 14 mahasiswa. Yang laki-laki ada 8 orang, dan yang perempuan ada 6 orang. Semuanya dari UGM. Ada yang dari MIPA, teknik, kedokteran, pertanian, dan ekonomi. Asal mereka ada yang dari Gamping (Sleman), Banguntapan (Bantul), Pogung, Semarang, Garut (kalo gak salah), juga ada yang dari Riau (kalo nggak lupa). Maaf, cuma seingetku dari perkenalan kilat.

Hari itu Sabtu, tanggal 5 Juli 2008. Malam itu ada rapat pemuda. Anak2 KKN juga ikut bergabung, sekalian perkenalan kepada pemuda kampung sini. Tak disangka, aku kenal salah satu dari mereka. Namanya Rio Ade Putranto (perlu sensor gak nih?). Dia adalah kakak kelasku di SMA 1 angkatan 2005, seangkatan dengan kakak kandungku. Cuma selisih 2 tahun, jadinya pernah bareng setahun. Dia kaget. Udah gitu, dia tanya kenapa aku ada di sini. Lha mau gimana lagi, rumahku di sini! (updated: ternyata yang dari sma 1 ada 3. dua yang lain adalah Rizki Pamela dan Ardhianing Hardita).

Mereka tinggal di rumah Pak Kadus. Meski cuma tetangga di RT, aku sama sekali tak pernah ketemu sama mereka. Soalnya mereka jarang banget jalan2 daerah sekitar. Aku juga jarang jalan2 ke sana dink. KKN mereka bertema peternakan. Mungkin hal ini yang menyebabkan mereka ’nyasar’ di kampungku. Soalnya di timur dusun ada kompleks kelompok ternak sapi. Ada banyak kandang. Jumlah sapinya aku kurang tau, soalnya udah beberapa tahun gak ke sana. Hehe. Nah, dari sinilah ceritanya..

Mereka ber-14 nggak sendirian. Di kampung sebelah, dusun Sukamaju (nama disamarkan), juga ada 14 orang kelompok lain yang juga bertema peternakan. Juga sama-sama dari UGM. Dua kelompok tersebut tampaknya juga melakukan percobaan yang sama, yaitu biogas (entah nanti untuk pembangkit listrik atau apa). Namun, ada yang beda dari masing2 kelompok itu.

Kebetulan siang tadi ikut ndengerin obrolan para tetangga (nggak nguping lho, soalnya ngobrol2 bareng). Mereka lagi ngomongin anak-anak yang baru KKN. Salah seorang tetanggaku bilang, kalo cah-cah (anak-anak) KKN di kampung sini berbeda dengnan yang di dusun Sukamaju (masih nama samaran). Kalau yang di sini, mereka semua pada mau ‘turun tangan’ alias nyentuh (maaf) kotoran sapi. Bahasa jawanya: tlethong. Kalo yang di Sukamaju (tetep samaran), cuma dua orang yang mau berurusan dengan yang begituan! Wakakaka… Niat KKN nggak je?! Akupun menjawab perkataan tetanggaku sekenanya. Mungkin karena mahasiswa yang di sini adalah orang Jogja, yang masih sering melihat langsung dengan hal semacam itu. Padahal bisa jadi yang di kampung sebelah itu juga sering lihat.

Yach, berpikir positif aja. Mungkin aja karena emang orangnya yang ngeri, jijik, atau trauma ataupun phobia liat yang gituan. Kotoran sapi adalah mimpi buruk, horor, madesu, dsb… Tapi yang jelas, dan patut disayangkan adalah, hal itu mengurangi citra positif masyarakat terhadap mahasiswa, khususnya UGM. Karena warga daerah sini memang sedikit yang mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah. Bravo KKN! Bravo UGM!! Bravo tlethong!! (oehk)

14 thoughts on “Kuliah Kerja (tak) Nyata

  1. dinda berkata:

    Weee…seru juga???
    Ada tema lain selain peternakan
    Wah asik tu kalau bisa KKN di sana
    itung-itung maen ke rumah Ali hehe

  2. dita^^ berkata:

    jadi pengen ikut komen…..
    hmm….kok nama lengkapku sampe ditulis juga tho…
    wah jadi terkenal…ga enak ni…halah…
    mw ngasih ralat ah…
    pertama aku dari kage…kedokteran gigi…jadi bukan kedokteran thok…beda..*ga terima*
    ga da yang dari garut atw riau yang ada dari bekasi sama jambi-ngakunya, padahal aslinya org jawa…*ditendang sama yang bilang dari jambi*
    cah2 kkn toragan emang pada turun tangan langsung ke urusan telethong2an-termasuk diriku,meski cuman skali, lumayan kok rasanya…
    klo yang dah biasa ngublek2 tlethong malah pada suka berimajinasi yang aneh2 trus nyebut campuran tlethong sapi tu kaya adonan brownies lah, bakso lah atw jenang
    klo dari sukamaju, aku ga mw komen ah….ndak nambah2 masalah…
    mw nyoba pegang telethong po li???setiap 2 hari skali da pengisian tlethong kok…ikut ja…klo brani;p

  3. dita^^ berkata:

    kedua…[ni takkasih yang kedua….tapi trakhir ya…males je…]
    tema kita bukan peternakan….meski ada bau2 peternakan…
    tema kita instalasi biogas, gaweannya anak T.I…si rio sama mela,cs…
    anak peternakan sebenernya cuman ngikut aja…tapi salah satu dari mreka memang ngerti banyak soal biogas sih…
    itu..yang namanya ken…yang tinggi, putih, sipit…tw tho li?

  4. wah ralatnya banyak banget..
    makasih..
    btw aq tw kok ken yg mana. klo masalah tlethong, nggak ah.. dah bosen liat gituan. sapi2 dari kandang kan mandinya di sungai deket rumahku. jadinya kalo ada sapi yang jorok suka pasang ranjau di jalan depan rumah.
    huek..
    pembicaraan gak penting.hehe

  5. ardheeta^^v berkata:

    bosen liat tapi kan blum pernah megang tho…coba ja…sapa tw ketagihan…hehehe…

    rumahmu tu sebelah mana tho li?kali?
    *mengingat waktu susur kali bwt rute outbound*
    aku twnya kali yng deket mbung….perasaan di sana adanya kebon pisang…atw jangan2 rumahmu beneran daerah kebon pisang?;p

    huwaaa kknnya dah rampung…hikz…
    jadi kangen..padahal baru sebentar…
    jangan lupa nulis2 ttg toragan lagi ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s