Mimpi Penggiling Padi

keluhan gilingan menetap

Ketua DPRD Gunungkidul Slamet, S.Pd., M.M. meminta Pemerintah Kabupaten tidak mempersulit izin penggilingan padi untuk mencegah menjamurnya penggilingan padi liar yang dilakukan secara keliling. Proses dan mekanisme untuk memperoleh izin hendaknya disosialisasi kepada masyarakat agar keberadaannya tidak menimbulkan keresahan bagi pemilik izin. Termasuk perlunya ditegaskan jika usaha penggilingan tersebut dilakukan dengan tidak secara berpindah-pindah (maksudnya, usaha penggilingan harus memiliki tempat yang tetap).

Koordinasi antara institusi baik kepolisian maupun pemerintah kabupaten dan jajaran terkait saatnya dilakukan lagi terutama menyangkut tentang penindakan dan proses hukumnya. Selama ini kepolisian sudah melakukan langkah-langkah dengan mengamankan penggilingan padi keliling dan mengajukan pemilik usaha ke pengadilan agar menjadi pembelajaran.

Dengan demikian jika mereka tetap berkeinginan membuka usaha penggilingan padi, secara normatif sesuai dengan aturan yang ada. Hingga tidak menimbulkan masalah bagi pemilik usaha yang benar-benar telah memiliki izin. Diakui Sunyoto (30) salah satu pekerja usaha penggilingan padi di Wonosari mengisahkan bahwa sejak menjamurnya usaha penggilingan padi kelilingan, usahanya menjadi kembang-kempis dan terancam gulung tikar. Karena itu tindakan kepolisian untuk menindak tegas gilingan padi keliling ini sudah sangat tepat dan perlu  ditingkatkan. (dikutip dari KR online)

keluhan gilingan keliling

Pemilik penggilingan padi keliling di Bantul mengeluhkan penindakan tilang oleh Polisi Lalu Lintas atas armada penggilingannya. Mereka mempertanyakan dasar hukum dari penilangan tersebut, sekaligus mempertanyakan proses pengambilan gilingan padi yang sudah ditahan karena mereka kesulitan mengambilnya.

Soegiman, salah seorang pemilik gilingan padi keliling, mengaku telah ditilang polisi lalu lintas di Perempatan Bakulan, Bantul, karena dianggap tidak mempunyai surat tanda nomor kendaraan (STNK), surat izin mengemudi (SIM), dan tidak berhelm. “Padahal, saya menunjukkan SIM B1 pada saat itu.

Karbid, pemilik gilingan padi keliling yang juga pengurus Paguyuban Penggiling Padi Keliling Lono Karyo mengatakan anggotanya telah berusaha mendapatkan izin dari pemerintah kabupaten maupun STNK dari kepolisian, namun memang tidak ada izin untuk usaha dan motor bagi penggilingan keliling sehingga tetap saja dianggap ilegal.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bantul Iptu W Sulistyo menyatakan kendaraan yang dipakai oleh para penggiling padi itu memang tidak layak jalan. Kendaraan itu harus ada STNK-nya karena mempunyai roda dan digerakkan oleh alat teknis. “Kemungkinan mendapatkan STNK memang kecil karena kendaraan rakitan yang kelaikan jalannya tidak teruji. Jalan satu-satunya adalah menggunakan mobil boks sebagai kendaraan penggilingan padi keliling,” katanya. (dikutip dari Kompas online)

bingung

Walaupun aku nggak punya gilingan, tetapi paling tidak ikut merasakan masalah ini. Di kampungku (satu dusun) ada paling tidak 10 unit mobil penggilingan keliling yang dimiliki oleh para tetangga. Yang terdekat, tinggal di samping kanan dan kiri rumah. Masing-masing ada 2 unit dan 1 unit. Jadi, mau tak mau hampir tiap hari aku melihat langsung kehidupan para pemilik dan pekerja gilingan padi keliling tsb.

Sang pemilik gilingan jarang ikut terjun langsung ke lapangan. Tapi sering pula ikut berkeliling menyetir sendiri kendaraannya, ditemani seorang asisten. Dalam satu rombongan, biasanya berisi dua orang. Kadang-kadang tiga orang, tetapi tidak lebih dari itu. Tak masalah siapa yang menyetir, kalau lagi menggiling, semuanya bekerja.

Pertentangan antara kedua jenis penggilingan tersebut sangat dilematis. Di satu sisi, pemilik gilingan padi yang menetap menjadi tersaingi, meskipun memiliki izin dengan pajak yang tak sedikit. Tetapi di lain pihak, jika pemilik gilingan keliling menghentikan usahanya, maka hal itu akan ’merumahkan’ beberapa orang tetangganya. Karena yang biasa bekerja menjadi tenaga penggiling itu adalah tetangganya sendiri.

Omong2, penggilingan keliling juga dapat beroperasi asalkan disertai surat izin. Tetapi tampaknya pajak yang harus dibayarkan juga tinggi. Mungkin memang untuk menekan jumlah penggilingan keliling yang semakin lama semakin banyak karena bisnis ini termasuk menjanjikan. Omzetnya bisa mencapai ratusan ribu per hari. Terkadang harus pergi hingga ke luar kota untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan. Jika hasil dari pekerjaan itu memadai untuk keperluan sehari-hari, maka hal itupun akan dilakukan.

Mulai dua haru yang lalu, semua mobil pengilingan terpaksa ’duduk manis’ di rumah masing2 karena dengar2 mau ada operasi. Entah dari pemda atau kepolisian. Terpaksa para pekerja gilingan itu kembali menganggur hingga saat yang belum diketahui. Kasihan bagi mereka jika harus kehilangan pekerjaan ataupun kehilangan mobilnya. Tentu saja modal yang dikeluarkan dulu tidaklah sedikit. Bagi para pelanggan pun, mereka sekarang juga tak bisa menunggu di rumah untuk menggilingkan gabah. Harus datang sendiri ke penggilingan ’duduk’ (menetap) ataupun ke penggilingan keliling yang sedang berhenti keliling.

Salah satu bukti adanya larangan tsb, dapat dilihat pada foto yang kuambil tanggal 22 Juli 2008, di persimpangan jalan tengah dusun. Di mana, di kiri persimpangan itu ada pemilik gilingan keliling. 20 meter sebelum persimpangan juga ada. Tulisan di papan ini, sebagian sudah disensor dengan cat. Kemungkinan besar dilakukan oleh warga sekitar. Kapan plakat ini dipasang, aku kurang tau. Kalo gak salah dua hari yang lalu. Karena menurut obrolan2 tetangga, sudah dua hari para pekerja gilingan tidak mengeluarkan mobil penggiling dari kandang.

(updated: 27 juli 2008)

Akhirnya para pekerja gilingan di kampungku sudah mulai bekerja lagi. Meski memang belum ada izin dari kepolisian dan DLLAJ. Mau bagaimana lagi? Kebutuhan untuk mendapat penghasilan semakin mendesak. Nah, untuk menghindari hal2 yang tidak diinginkan, mereka berkeliling keluar daerah dengan melewati jalan2 desa. Selama 3 hari istirahat, Sudah banyak pelanggan yang mengeluhkan ketidakmunculan mereka ketika kebutuhan menggiling gabah sedang mendesak. Mengingat bulan2 ini adalah musim menjemur gabah. Maka tak heran jika kemudian gilingan padi keliling mulai diburu, karena memang praktis, tak perlu repot2 membawa gabah sendiri ke penggilingan.

6 thoughts on “Mimpi Penggiling Padi

  1. Sepertinya ada yang tidak beres. Alur yang seharusnya kan :

    masyarakat butuh penggilingan padi -> muncul penggilingan padi rumahan -> muncul inovasi penggilingan padi keliling -> butuh STNK dan izin -> diberikan STNK dan izin -> OK

    tapi ada masalah di alur diberikan STNK dan izin. Untuk STNK alasannya kendaraan tidak laik jalan. Untuk izin kurang jelas alasannya apa.

    simpulan :
    1. Ada kesan pihak aparat “main mata” dengan pemilik penggilingan konvensional
    2. Alasan tidak diberikan izin kerja tidak jelas

    solusi :
    1. Meminta surat izin kerja dari pemerintah, jika belum ada peraturannya, dibuat.
    2. Memodifikasi kendaraan, ada 3 pilihan, (1) membuat kendaraan menjadi tidak harus memakai STNK dengan menghilangkan hal2 yang menjadi syarat kendaraan bermotor atau (2) memperbaiki kendaraan sehingga laik jalan, (3) menggunakan mobil box seperti disebut di artikel

    menurut saya sendiri adanya penggilingan keliling adalah win-win solution. Masyarakat terbantu karena mereka tidak usah jauh-jauh ke penggilingan. Untuk pengusaha gilingannya tentu saja untuk meraih penghasilan. Masalah mereka mengambil pelanggan, itu karena mereka mempunyai keunggulan kompetitif yang membuat mereka lebih disukai konsumen. Seharusnya pemilik penggilingan rumahan yang berusaha sedemikian rupa agar tidak kalah dengan pengusaha gilingan keliling, bukannya hanya mengeluh saja.

  2. agus berkata:

    mestinya bagi setiap orang di indonesia yang akan mendirikan usaha harus memperhatikan peraturan dan perundangan yang berlaku. Misal Peraturan memteri Pertanian tentang penggilingan padi, UU pokok mpengelolaan lingkungan hidup, UU Lalulintas dan jalan raya, sehingga usaha mereka terlindungi secara hukum. iya sich semua orang akan berpikir praktis dan seenak sendiri. Kalau penggilingan padi keliling dari segi kendaraannya sendiri yang secara hukum tidaj laik jalan dan tidaj terlindungi hukum bagaimana kalau terjadi kecelakaan di jalan ? mohon diperhatikan . tks

  3. Bicara tentang RMU Mobile, itu sah wajar2 saja, sebab itu salah satu upaya masyarakat untuk merobah nasibnya, kemudian mengenai polisi biasanya cuma persoalan uang pelicinnya semua pasti beres

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s