kenapa ajal menjadi rahasia

ah, kalau bicara tentang mati, ilmuku belum ada apa-apanya. tapi, bolehlah, sedikit share. Apakah Anda pernah liat gambar berikut ini? Kira-kira foto apa ya?

kayaknya mengerikan...

kayaknya mengerikan...


yah, gambar di atas adalah ekor seekor cicak (baca: buntut cicak. tapi karena ekornya udah hilang, tinggal pantatnya aja). masih kurang jelas? liat gambar di bawah.

to the point aja, kenapa ajal selalu menjadi rahasia? seorang dukun tidak akan pernah bisa membaca ajal seseorang. bahkan dukun seluruh dunia pun kalo bersatu tetap gak akan bisa. apalagi dukun, seorang Nabi pun juga tidak mengetahui tentang ajal seseorang, tanpa diberi tahu oleh sang Khalik.

1. kita gak pernah tau, BAGAIMANA seseorang mati. entah karena kesetrum, tabrak lari, jatuh dari gedung, terpeleset, atau… tercekik kabel.

kehabisan napas

kehabisan napas

2. kita gak pernah tau, DI MANA seseorang mati. entah ketika di rumah, di kantor, di tengah jalan, di pinggir jalan, di rumah sakit, atau… di bunker.

nasib...

nasib...

3. kita gak pernah tau, KAPAN seseorang mati. entah ketika di tengah malam, ketika bersembunyi, ketika main petak umpet, atau… ketika menutup pintu.

menyedihkan

menyedihkan

Huff.. kematian agaknya memang menakutkan. Tapi tentu tak bisa dihindari, karena setiap yang hidup akan mati. Dan kondisi kematian itu bermacam2. Ada yang baik, dan ada yang buruk (meski hanya kelihatannya di mata manusia). Nah, akhir dari kehidupan seseorang itu tergantung bagaimana selama hidupnya. Kalo hidupnya baik, ya insya Allah akan berakhir baik. Kalo hidupnya buruk ya, masih bisa berakhir jadi baik, asalkan ada usaha ke arah itu. Tentang bagaimana, kapan, dan di mana seseorang mati itu urusan Yang Maha Kuasa. Manusia hanya mampu berusaha.

Baca juga: Apakah takdir memang kejam?

20 thoughts on “kenapa ajal menjadi rahasia

  1. syahrina berkata:

    ali kamu pecinta cicak?:p

    cicak di rumahku gedhe2,
    n sering masuk magic jar saya!! alhasil nasi di dalamnya dibuang deh g jadi dimakan
    karena itu sy aga nda suka sama cicak..

    tapi analoginya bagus li,,
    udah, jgn dtmbh yg lebih ekstrim, wew..

  2. dafitawon berkata:

    cukup menggelitik … bagus-bagus, mengingatkan mati dengan cara yang unik

    suman, bukannya cicak adalah hewan yang wajib dibunuh (ada yang bilang haditsnya shahih) suman saya gak tega

  3. foto uwong dipajang-pajang..
    sopo sing gelem.. ngeri
    btw,,aku minta maaf kepada ana uswatun..
    trauma liat cicak..
    jangan kapok ya liat blogku. liat post yang laen aja. hehe

  4. norman berkata:

    ngg berperikecicakan nee postinga’a !

    ksian juga ia .. cicak yg tewas kurang bruntung, tewas’a g elit lgi, saia mah ogah dha tewas kea gtu, nti d koran “seorang plajar tewas terjepit pintu” . OGAH ! hha tpi s’ngga’a lumaian lha, jdi msup internet, coba g tewas gtu, g msup internet kn ? hhaha

  5. rahman berkata:

    klu masalah yg ini
    yaa begitu lah
    tentang ajal dan masa depan kita tdk ada yg tau
    tp itu menjadi seru untuk di pecahkan
    ayaaa kan

    yaa kita uda tau
    yaaa gk seruu kann…

  6. husnun berkata:

    duh…cicak yang malang………. mengapa ada orang yg foto kamu dalam keadaan seperti itu…….. mengenaskan…gx enak di liat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s