Diary Pascal 2008: Hari ke-2

Yeah, setelah beberapa hari tertunda, akhirnya sekarang diposting juga. Oke, diary berlanjut…

Seperti hari pertama, aku dateng ke kampus fmipa ugm ini jam 5.10. Dan seperti biasa, para maba udah datang pagi buta. Bahkan lebih rame dari kemarin. Karena kemarin pada dimarahi gara-gara telat, atau nyeleseiin tugas yang belum kelar ya? Yang jelas, mau dateng jam brapa aja boleh, asal gak telat. Hehe.

Jam 6 upacara. Seperti biasa. Ah, selalu saja ada yang terlambat. Telat emang susah dihindari. Apapun alesannya. Ada yang bangun kesiangan, berangkat kesiangan, jalan macet, atau apalah. Siapa juga yang pengen telat. Sama sekali gak punya prospek cerah. Selalu dibentak-bentak dan dimarahi. Berbaris rapi di depan teman-temannya yang sedang upacara. Setelah itu diinterogasi, lalu dihukum bareng-bareng. Push-up ato apalah. Yang jelas, udah capek sebelum acara dimulai. Buat pelajaran biar besok berusaha buat gak telat lagi.

Pengecekan tugas berjalan lumayan lancar, gak seperti hari kemarin yang agak kacau. Kemarin disuruh bawa jeruk, anggur dan stroberi seharga Rp 1.000,00. Ada yang bawa buah beneran, ada juga yang bawa permen. Tentu saja permen rasa buah-buah yang disebutkan itu. Adek-adeknya (banyak yang lebih tua dari angkatan 2007, tapi tetep disebut adek. Hehe) alias maba-miba kemarin, ketika disampaikan tugas-tugasnya pada bingung. Masa buah jeruk seribu, anggur seribu, stroberi seribu… Tapi mau beli apa tetep kuserahkan pada mereka. Kalo menurutku sih buah asli. Tapi kalo mau beli permen ya terserah. Oke-oke aja. Toh mereka sendiri yang makan. Tapi akhirnya adek-adekku bawa buah beneran. Anggurnya enak. Jadi pengen makan lagi😀

Setelah upacara, masing-masing kompi menuju camp masing-masing. Kompi Sisingamangaraja juga kembali ke camp yang sama dengan hari kemarin, yaitu di bawah tenda. Kelihatan eksklusif, tapi jangan iri dulu kalo liat. Soalnya di situ banyak semutnya. Ada makanan baru ditinggal 15 menit udah dikerubungi semut banyak banget. Hingga beberapa makanan terpaksa dibuang. Aduh, maaf ya sie konsumsi… Kalo mau marah silakan. Gak papa. Asal jangan marah ke kita-kita, tapi marahin tuh semutnya. Gak dapet jatah tapi rakusnya minta ampun.

Sesi kepemanduan kali ini bertema “aku ada, maka aku bertanya.” Ditemani oleh sncak yang udah dibagi, sesi ini dipandu oleh partnerku, Pulung, anak D3 Komsi 2006. Tiba-tiba di tengah jalannya acara, muncullah 2 orang panitia lain. Mereka temen akrabku yang sama-sama anak geofis. Yang satu dari mahkamah pascal, satu lagi seorang pengawas. Mereka ingin mendengar aspirasi dari adek-adek secara langsung. Hingga akhirnya kuberitahu kepada mereka bahwa salah satu anggota kompi tidak datang, tetapi belum ada kabar dari anak itu. Dia menderita penyakit syaraf dan efeknya sangat jelas terlihat. Dia sangat mudah lupa dengan apapun yang baru didengarnya. Contohnya yaitu ketika perkenalan dengan anggota satu kompi, dia gak apal-apal juga dengan nama teman-temannya meskipun telah berulang kali disebutkan nama teman2nya. Jadi, pada masalah itu, kami minta pengertian dari seluruh teman-temannya dan dari panitia. Cukup..cukup.. (mohon maaf kalo ada yang tersinggung).

[<< fast forward]

Setelah sesi kefakultasan dan nonton film tentang anak-anak jalanan, akhirnya sesi selanjutnya adalah keprodian. Waktu itu tugasku membantu adek-adek (geofisika) untuk moving ke rung G3. Ruang favorit geofosika, di pojok lantai 3 gedung fisika. Pokoknya capek kalo jalan ke sana. Dengan diisi oleh macem2, mulai dari dosen sampe perkenalan pengurus HMGF yang memakan banyak waktu (tinggal minumnya aja yang kurang). Setelah itu kembali ke kompi masing-masing.

Pukul 15.00 seharusnya merupakan waktu untuk sholat ashar. Tetapi adeknya gak beranjak juga dari camp. Heuh, susah juga ngatur maba. Btw, kok kayaknya ada yang kurang ya.. Ternyata ABRI gak kedengeran suaranya. Biasanya jam segini udah pada teriak-teriak nyuruh adeknya bergerak cepat. Setelah sirine berbunyi, barulah para maba yang muslim bergegas untuk ambil air wudhu. Sementara yang non muslim ke ruang masing-masing yang telah ditentukan.

Pukul 15.30 seharusnya upacara pembukaan sudah dimulai. Tetapi adek-adeknya masih nyantai-nyantai di camp masing-masing. Hoi!! Bangun!! ABRI masih juga gak keliatan. Akhirnya yang bertindak untuk merapikan barisan adek-adeknya adalah kakak-kakak inspektur. Meski pada agak nggak semangat untuk masuk barisan, berbaris juga akhirnya. Lalu, upacara pun dimulai.

Salah satu hal yang dibahas di upacara tersebut adalah tidak munculnya ABRI sejak siang tadi. Presiden mengatakan bahwa ABRI dihukum oleh mahkamah pascal karena melanggar tata tertib pascal. Yaitu tidak boleh ada hukuman yang bersifat fisik. Sebagaimana diketahui bahwa tadi pagi banyak maba yang terlambat, sehingga diberi hukuman oleh ABRI berupa push-up. Oleh karena itu ABRI untuk sementara dinonaktifkan dari kepanitiaan pascal. Mendengar berita itu, hampir sebagian peserta pascal bertepuk tangan disertai dengan kegembiraan. Sepertinya hal tersbut merupakan reflek otomatis beberapa orang yang punya rasa dendam kepada ABRI. (wah, pasti pernah telat ya? Hehe).

Sebagai sedikit bocoran, kenapa hanya karena menyuruh push-up, ABRI disalahkan? Jadi, ceritanya gini. Pagi itu ketika maba dihukum, pihak dekanat mengetahui hal itu. Padahal sudah ada perjanjian dengan pihak dekanat bahwa tidak diperbolehkan adanya hukuman fisik. Sementara itu, pengawas ospek dari pusat marah-marah kepada pihak dekanat, kenapa di mipa masih ada hukuman fisik. Akibatnya, pihak dekanat memanggil para petinggi pascal. Mereka dimarahi karena hal itu. Hukuman itu seharusnya yang membangun intelektualitas, bukan hukuman semacam itu. Nah, oleh karena itulah ABRI dihukum.

Kegembiraan sebagian maba tersebut kemudian ditindaklanjuti. Apakah tanpa ABRI, kemudian mereka tetap tertib mengikuti pascal? Mereka dimintai pertanggungjawaban. Akhirnya salah satu dari mereka, Budiarjo, mengajukan diri untuk menjadi penanggungjawab semua peserta pascal. Mereka semua berjanji untuk tidak terlambat lagi keesokan harinya. Selain itu juga tertib mengikuti pascal hingga selesai. Jika ada satupun yang terlambat datang, maka semuanya siap dihukum.

Akhirnya upacara selesai meski terlambat dari jadwal. Beberapa kelompok, seperti biasa berkumpul untuk membahas tugas keesokan harinya.

One thought on “Diary Pascal 2008: Hari ke-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s