Diary Pascal 2008: Hari ke-4 (bag 1)

Hari ini dimulai seperti biasa. Panitia kumpul jam 05.15. Peserta udah pada dateng. Mulai upacara jam 06.00. Peserta ada yang telat. Gak pernah berubah. Selesai upacara, dimulailah acara yang telah diberitahukan kepada para peserta maupun panitia, yaitu sharing dan berbagi bersama anak jalanan. Mereka didatangkan dari daerah sekitar, yaitu anak-anak yang biasa lalu-lalang di perempatan sekitar UGM. Jumlahnya sekitar (aduh lupa, gak ngitung) 10-an.

Mereka diajak ngobrol dan ditanya-tanyai oleh para maba, tentang kehidupan mereka di jalanan. Ketika ditanya asalnya, ada yang dari kalimantan, jakarta, klaten, dll. Wuih,,jauh-jauh ternyata. Trus, ketika ditanya apa alasan mereka jadi anak jalanan, ada yang kabur dari rumah. Ada yang orang tuanya cerai. Ada pula yang datang ke sini bareng neneknya. Lho? Neneknya di mana? “Di rumah,” katanya. Lho?

“Kenapa kamu gak tinggal bareng nenek aja?”
“Lebih enak hidup di jalan.”
“….”

Mereka mempunyai mamak yang menjadi pengasuh mereka, yaitu Bu Tri. Beliau telah membersamai mereka selama 4 tahun. Mereka mencari makan dengan cara mereka sendiri. Ada yang ngamen, dan ada pula yang jual koran. Uang yang mereka dapatkan hanyalah cukup untuk beli makan pada hari itu. Harapan mereka tidaklah banyak. Cita-cita mereka juga tidak muluk-muluk.

Ada yang ingin membahagiakan orang tua. Ada yang ingin jadi masinis. Ada pula yang ingin bisa bahasa inggris, trus pergi keluar negri. Wah, aku jadi terharu,,, Kalo diingat-ingat, aku sering melupakan cita-citaku. Tak ingat apa tujuanku. Aku sering terbuai kesenangan hidup. Bahkan aku sering merasa jadi orang paling sengsara pada saat kepayahan dan putus asa. Mereka telah menyadarkanku betapa hidup ini penuh perjuangan. Hidup ini tak sekedar menunggu takdir.

Jika dalam sehari mereka tak bekerja, maka tidak ada uang yang mereka dapatkan. Tidak ada makanan. Maka dari itu, mereka harus siap menghadapi panasnya sengatan matahari, kotornya udara yang mereka hirup, atau cemoohan dari para pengendara motor maupun mobil. Dan yang paling tidak menyenangkan adalah ketika para petugas Satpol PP mengadakan razia anak jalanan. Mereka dianggap sampah dan mengganggu pemandangan kota. Padahal, lebih mengganggu mana, anak jalanan dengan orang yang pacaran di tempat-tempat umum? Lebih tak sopan mana?

Pada pertemuan kali itu, ada juga mbak-mbak (dari LSM apa ya..) yang ikut mendampingi anak2 jalanan tsb. Beliau berkata (kurang lebihnya begini), “Kami di sini bukan bermaksud untuk mengemis atau minta dikasihani. Kami hanya memohon, jangan jadikan pertemuan ini hanya sebagai hiburan sesaat. Jangan jadikan pertemuan ini hanya untuk menyadarkan para maba, bahwa kehidupan jalanan itu benar-benar ada. Jangan jadikan pertemuan sesaat ini hanya sebagai momen berbagi, tanpa ada tindak lanjutnya. Karena hal itu hanya akan semakin mengiris hati para anak-anak jalanan ini. Seperti biasanya, tiap ada perayaan natal atau buka bersama, mereka diundang untuk buka bersama. Udah, titik, tanpa ada kegiatan lebih lanjut yang memberi manfaat bagi mereka.”

Nah, untuk menindaklanjuti hal itu, diadakanlah diskusi untuk membahas proyek sosial untuk memperbaiki ataupun mengubah hidup anak-anak jalanan itu. Setelah diserahkan beberapa bingkisan untuk para anak jalanan, maba kembali ke kompinya masing-masing. Setiap kompi membuat usulan-usulan yang harus realistis, yang sekiranya nanti dapat diterapkan pada anak-anak jalanan itu. Bermacam-macam usulan pun terkumpul.

Lalu, pada akhirnya, seluruh maba pada dibagi ke dalam 4 kelompok besar, yaitu dua kelompok putra (kelompok A dan C) dan dua kelompok putri (kelompok B dan D). Masing-masing kelompok membahas seluruh usulan yang diperoleh dari masing-masing kompi dalam kelompok itu. Pada awalnya semua kelompok sangat ribut. Semua pengen ngomong. Tetapi akhirnya bisa dikondisikan, sehingga proses diskusi terlihat tenang. Hanya kapten masing-masing kompi yang menyampaikan masing-masing usulan yang sudah disusun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s