DILEMATIS

Setelah OPMG yang persiapannya setahun dan dilaksanakan selama 4 hari selesai (15-16 & 18-19 Oktober 2008), acara lain menghadang. Berdasarkan permintaan HMGF, maka tahun ini untuk pertama kalinya diadakan Fun Camp, yaitu kemah untuk angkatan baru geofisika ugm 2008. Angkatan atas juga diundang. Sedangkan panitianya semua berasal dari angkatan 2007. Termasuk aku, yang kali ini menjadi PDD alias pubdekdok (alias sie malas – walaupun kerjanya juga banyak, seperti bikin nyetak pamflet yang direvisi beberapa kali).

Setelah beberapa kali survei, akhirnya diputuskan untuk bertempat di pantai Sundak, Gunung Kidul. Waktu tempuh ke tempat ini sekitar 2 jam. Jika ke sana naik motor tanpa istirahat di tengah perjalanan, dijamin badan pegal-pegal. Kemarin waktu acara Kunjungan Energi KMF 2008 ke sana naik bis, ya nyaman-nyaman aja. Di sana hawanya cukup segar. Angin bertiup tidak terlalu kencang di siang hari. Yang paling disayangkan oleh para peserta dan angkatan atas adalah tidak adanya transport berupa bis. Semua peserta naik motor, termasuk panitia dan angkatan atas. Hal ini terpaksa dilakukan karena biaya pendaftaran seluruhnya digunakan untuk konsumsi alias makan-makan dan bakar-bakaran.

Rencananya, fun camp dilaksanakan tanggal 13-14 Desember 2008. Menjelang hari H, rapat semakin sering. Semua panitia mulai fokus dengan kerja masing-masing. Tetapi tidak bagiku. H-10 menjelang hari H, tepatnya 3 Desember 2008 pukul 06:32:23 WIB, aku dapat undangan melalui pesan singkat untuk datang dalam acara upgrading di Kaliurang. Diminta untuk mengatur agenda dan mengosongkan jadwal tanggal 13-14 Desember. Ah, kacau! Bagiku tak mungkin mengosongkan jadwal. Kalau memang harus ikut upgrading, satu-satunya pilihan adalah membatalkan agenda untuk ikut fun camp.

Sejak dapat sms itu, aku mulai stres. Memang sebelum hari-H banyak hal yang masih bisa dilakukan. Di antaranya ya itu, nyetak-nyetak pamflet dan nyari kamera. Tapi ketika hari semakin dekat, aku makin bingung. Rapat sering gak datang. Bayar iuran pun rasanya malas sekali. 25 ribu untuk membayar makanan yang aku sendiri tidak ikut makan. Tetapi mau bagaimana lagi. Setelah berdebat dengan bendahara funcamp, akhirnya aku mengalah (atau emang kalah ya…). Semua panitia wajib bayar iuran, meskipun tidak ikut.

Di tengah-tengah kebingungan itu, muncullah beberapa permintaan yang untuk sementara ini kuanggap tidak penting (hehe), yaitu main pingpong dengan Haris, dan diminta datang ke rumah sepupuku untuk mengajari komputer.

Kamis pagi, 11 Desember 2008. H-2.

Waktu itu berada di teras rumah, mau berangkat kuliah. Tiba-tiba lewatlah tetangga sebelah. Spontan aku sapa.
“Monggo, Pakdhe..”
Lalu dijawab, “Oh, yo. Le, sesuk ngrewangi nggon le mantenan ya.” (Ind: Oh, ya. Le/Thole (panggilan jawa untuk anak laki-laki), besok bantu-bantu di tempat pernikahan ya).
“Nggen le nyinom?” (Membantu nyinom?)
“Yo karo persiapane barang.” (Ya persiapannya juga)
Karena si Pakdhe keburu pergi, tanpa pikir panjang aku jawab, “Oh, nggih.” (Ind: Oh, ya)

Waduw! Baru ingat kalau sudah ada dua agenda yang tidak jelas nasibnya. Permasalahan makin ruwet saja. Aku jadi tambah bingung. Di ketiga acara tersebut aku punya peran yang berlainan. Sebagai panitia funcamp yang bertanggung jawab atas amanah PDD, sebagai peserta upgrading yang diminta dengan sangat untuk hadir, dan sebagai tetangga yang baik.

Di tengah berjubelnya pikiran di otakku, aku coba membuat skala prioritas. Lihat nilai positif dan negatifnya.

Acara pertama, Di Sundak. Kumpul-kumpul, bakar-bakaran, makan-makan, ndobos-ndobos, foto-foto. Pokoknya sehari semalam senang-senang, berakrab-akraban dengan adik-adik kelas, dengan pemandangan pantai yang indah, dan menghirup udara yang sejuk dan menenangkan hati. Tak ada salahnya aku ikut acara ini, mengingat begitu padatnya agenda kuliah yang membuat suntuk dan stress. Lagipula beberapa pekan yang lalu ujian mid semester. Resikonya paling-paling setelah acara ini badan jadi capek. Tetapi yang jelas 25 ribu tidak melayang begitu saja.

Acara kedua, di Kaliurang. Kumpul-kumpul, dingin-dingin, mikir-mikir, dan serius. Pokoknya sehari semalam melakukan perbaikan diri dan memikirkan masalah umat yang semakin kompleks, dengan pemandangan gunung yang kulihat puncaknya tiap hari, dan menghirup udara dingin yang kadang-kadang menyesakkan. Di sini pun aku merasa harus ikut. Acara ini lebih berbobot dan bernilai. Karena itulah sejak H-3 aku tak pernah ikut rapat funcamp dan telah memastikan untuk ikut acara ini.

Acara ketiga, di samping rumah. Kumpul-kumpul dengan pemuda sekampung, angkat-angkat barang, bawa minuman, jadi pelayan tamu undangan, dan membantu keperluan walimahan. Seharian bekerja di mana makanan dan minuman melimpah, menyatu dengan warga setempat, dan mengurangi pandangan tentang diriku yang eksklusif terhadap tetangga sekitar. Maklumlah, di tengah kesibukan kuliah, praktikum, dan fieldtrip, aku tak pernah main ke rumah tetangga dan bergaul dengan mereka. Kecuali hanya beberapa kali arisan bapak-bapak (meneruskan almarhum bapakku) dan arisan pemuda tiap bulan. Itu pun biasanya aku menggantikan kakakku jika dia sedang tidak di rumah.

Seluruh pemuda di dusunku tergabung dalam organisasi kepemudaan. Dan masyarakat di daerah sini masih mengandalkan potensi pemuda setempat dalam urusan nikah. Setiap ada resepsi pernikahan selalu dibentuk panitia sinoman. Panitia ini yang bekerja melayani tamu. Berbeda dengan daerah perkotaan yang biasanya melakukan resepsi di gedung, lengkap dengan para pelayannya. Jadi, sebagai pemuda kampung sini, aku juga ikut sinoman kalau sedang tidak acara di tempat lain yang aku harus ada di sana. Seperti ketika jadi ketua panitia acara kampus atau sedang ada studi lapangan alias fieldtrip.

Semboyan pemuda daerah ini (yang mau gak mau harus mau) adalah: Kalau sudah tidak mau nyinom, ya nikah saja. Itu artinya, walaupun baru lulus SMA, jika sudah menikah maka statusnya sudah bukan pemuda lagi. Dengan demikian, kewajiban sebagai anggota organisasi pemuda sudah gugur. Nah, karena aku belum siap nikah, ya terima saja apa yang menjadi kewajibanku di sini. Hehe. Kadang-kadang, di jadwal sinoman, namaku digabung dengan nama kakakku, seperti ini: Zen/Ali. Itu artinya salah satu dari kami dijadwalkan untuk datang. Pokoknya subtitusi lah. Kadang-kadang juga dipisah. Itu artunya aku dan kakakku harus hadir sesuai jadwal masing-masing. Jika berhalangan maka harus bertukar jadwal dengan panitia yang lain.

Nah, untuk kasus ketiga yang berlangsung besok, sebenarnya namaku tidak tercantum dalam kepanitiaan. Tetapi kakakku masuk jadwal hari kedua, yaitu tanggal 14 Desember pukul 10.00 sampai sore. Nah, masalahnya Sabtu sore kakakku harus berangkat ke Mal****a untuk mengikuti konferensi int********al tentang lingkungan selama 3 hari, dan baru kembali ke Jogja tanggal 19 Desember. Dan tentu saja acara ini tidak bisa diganggu gugat secuil pun.

Oleh karena itu, aku pun harus menggantikan jadwal nyinom kakakku. Aku bisa saja izin kepada ketua panitia untuk tidak hadir. Tetapi niat ini kuurungkan dengan berbagai alasan.

Pertama, aku diminta tolong secara langsung oleh tetanggaku. Yaitu ayah dari calon pengantin. Dan aku pun sudah menyanggupinya. Meskipun waktu itu aku ingat kalau ada acara, toh aku tidak pantas menolaknya. “Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.” (QS. An Nisa:36). Dalam ayat ini, aku anggap tetangga adalah orang terpenting nomor 5, lebih diutamakan daripada teman sejawat.

Apalagi ini tetangga dekatku. Beberapa meter dari samping rumah. Hanya dibatasi oleh sebuah gang kecil. Apa kata mereka, jika seorang pun dari rumahku tak hadir dalam acara penting itu. Dalam hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Jibril senantiasa mewasiatkan aku tentang tetangga sampai aku menduga bahwa ia akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris.” (Shahih Muslim No.4756)

Kedua, dalam hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Apabila seorang di antara kamu diundang untuk menghadiri pesta perkawinan, maka hendaklah ia menghadirinya.” (Shahih Muslim No.2574). Hadir di sini, menurutku bukan hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai tetangga yang mau membantu keperluannya. Sedangkan dalam hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seburuk-buruk makanan ialah makanan walimah di mana yang diundang hanyalah orang-orang kaya saja sementara orang-orang yang miskin tidak diundang. Dan barang siapa yang tidak memenuhi undangan, maka berarti ia telah berbuat durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Shahih Muslim No.2585)

Seperti ini skema waktunya:
hari/tempat      Sundak                  Kaliurang             Tetangga
Sabtu                   07.00 s.d. …       14.00 s.d. …        –
Ahad                    … s.d. siang          … s.d. siang        10.00 s.d. sore

Akhirnya aku ambil keputusan:
1. Acara di Sundak resmi aku batalkan. Konsekuensinya: tetap bayar 25 ribu meskipun tidak ikut.
2. Acara di Kaliurang, jika tidak ada kepastian apakah aku bisa pulang lebih awal, maka tidak ikut saja sekalian. Soalnya untuk sementara ini kendaraan untuk bolak-balik terbatas. Konsekuensinya bayar 25 ribu atau 50 ribu untuk alasan tergantung syar’i atau tidak, + bikin esai 5 atau 10 halaman.
3. Semoga pilihan ini merupakan yang terbaik dan diridhoi oleh Allah.

Jadinya Sabtu siang tidak jadi ke Kaliurang. Tetapi bukannya tidak ada kegiatan. Siang ini aku sama ibuku mengantar kakakku ke bandara. Terima kasih untuk yang mau baca sampai akhir. Orang yang sabar disayang Allah🙂 Amiin.

12 thoughts on “DILEMATIS

  1. untunge kamu tabah dalam menghadapi ini semua li. . . dalam menghadapi kesibukan ganda ini. hingga muncul perandain, coba aja harinya beda-beda, pasti aku akan tambah capek😀 tp ikut semua,,
    btw, dsni jg lg sbuk soale wes UAS, nek gak pinter ngelola waktu bs UASny bentrok ama mngerjakan tugas akhir. mangkane iki rada kesel goro2 jadwal belajar dan mgerjakan tgs yg full pada 2pekan ini.

  2. @ azh:
    sabar aja. tiap ada kemauan selalu ada jalan..
    ni aku lagi nyinom, disambi ngenet. hehe..

    btw, innalillahi wainna ilaihi rojiun,
    ayah si pengantin wanitanya, yg bukan lain tetanggaku, kemarin sore dilarikan ke rumah sakit panti rapih, gejala stroke..
    bwt smw yg baca ini, mohon doanya,, smoga sgra sembuh..amiin
    tadi penghulu ampe nyusul ke rmh sakit buat minta kesaksiannya..

  3. Haris berkata:

    ah ada namaq :>
    sekelumit kisah dipersimpangan jalan🙂
    sorry Li, aq malah jadi gang sempit di antara 2 jalan besar :>
    terkadang apa yang kita perbuat tidak memberi kebaikan bagi pihak manapun namun tidak pula lah itu suatu keburukan. Jangan berputus asa, sungguh Allah mengetahui apa-apa yang kita niatkan, maka disampaikan-Nya-lah kita kepada niat kita
    Allahu a’lam

  4. APik-Apik… hidup memang tidak bisa dipisahkan dari masalah…. Masalah adalah saripati hidup… Bisa memilih skala prioritas juga udah baik… tinggal bagaimana menyikapi konsekuensi dari apa yang tidak dipilih… kayak.. SWOT… Makanya itu gunanya OPMG…… Keren!

  5. weiss…. memang sesuatu harus ada yang di prioritaskan,, hidup merupakan pilihan,, juga ada yang dikorbankan,, wah…
    dan tiap orang punya masalah yang harus diselesaikan……
    kayak e ku kok gak jelas ngomong apa,, huffhh…

    SEMANGAT!!!!
    BeTeWe,, piye kabare tetanggamu yang msk rumah sakit itu?

    @Haris
    woooo… Haris tu… HEhee… peace…^-^V bercanda kok…

  6. @ iefa:
    tumben berkata bijak :p
    ttanggaku dah pulang.. skarang dah bisa jalan. kmaren tu ampe pake kursi roda gara-gara kakinya gak bisa digerakin..
    btw dah gak dianggep spam soale komenmu yg dulu itu kan aq approve, dkluarin dr spam..

    @ darwinho:
    lha kowe merusuh ra kuwi?
    haha

  7. wah Ali,, tau aja aku jarang berkata bijak… tapi berkata penuh makna…(hehe.. g dink!)
    Ho… begitu ya,, ya yang penting aku bukan lagi spam…
    @darwinho
    lha situ merusuh juga,, spam juga dunk?😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s