Gara-gara Ayat-ayat Cinta

Kesuksesan novel AAC (ayat-ayat cinta) memang tak diragukan lagi. Buktinya, novel ini sampai difilmkan. Tak sedikit orang yang tertarik dan menonton filmnya meskipun belum membaca novelnya. Menceritakan kisah cinta yang tak biasa, membuatnya menarik untuk dibaca.

Ada satu lagi bukti yang menarik tentang kesuksesan novel ini. Ayat-ayat cinta mampu melahirkan sebuah sindrom yang aku sebut sindrom mengekor. Kasusnya mirip dengan yang terjadi di siaran televisi. Ketika sebuah acara tv mendapat rating yang tinggi dari penonton, maka muncullah acara sejenis di stasiun tv yang lain. Contohnya cerita religi, sinetron anak yang ajaib-ajaib, reality show, dan masih banyak lagi. Yang sering nonton tv pasti tau lah.

Nah, sama halnya dengan ayat-ayat cinta. Setelah novel ini sukses di pasaran, muncullah novel-novel lain yang bertema cinta. Judulnya pun mirip. Sebuah ‘kata berbahasa arab’ yang diikuti dengan kata ‘cinta’. Bahkan nama pengarangnya pun mirip (atau memang dimirip-miripkan). Hehe.

Seperti yang aku lihat kemarin (Ahad, 17 Januari 09 – sepulang dari walimahannya Mas Rafi :D) di kios buku kompleks Masjid Kampus UGM. Di sana banyak dijual buku-buku tentang Islam. Mulai dari buku-buku tebal sampai majalah, dan juga vcd islami. Novel islami pun tak ketinggalan. Nah, ini nih yang aku lihat di sana, menyelip di antara beberapa buku yang lain:

Novel habiburrahman el shirazy:
* Ayat-ayat Cinta
* Ketika Cinta Bertasbih
* Ketika Cinta Berbuah Surga (kumpulan cerpen)

Novel sejenis:
* Munajat Cinta (taufiqurrahman al-azizy)
* Syahadat Cinta (taufiqurrahman al-azizy)
* Makrifat Cinta (taufiqurrahman al-azizy)
* Musafir Cinta (taufiqurrahman al-azizy)
* Bait-bait Cinta (geidurrahman el-mishry)
* Mujahid Cinta (irwanto al-krienciehie)
* Lafaz Cinta (sinta yudisia)

Ada dua lagi, tapi aku gak tau, itu novel apa bukan. Soalnya gak aku perhatikan dengan jelas:
* Jalan Cinta Darussalam (harlis kurniawan)
* Serial Cinta (anis matta)
* Jalan Cinta Para Pejuang (salim a fillah)

Mungkin novel lain masih ada, tapi itu cuma yang aku liat. Kalo tertarik, silakan beli. Tapi aku gak tau ceritanya kayak apa. Ntar kasih review ya.. hehe

5 thoughts on “Gara-gara Ayat-ayat Cinta

  1. dzkr berkata:

    masalahe ntar lama lama orang jadi bosen hoho,,,but supprisingly, i found my prince by ayat ayat cinta the film,,,hehe😛

    g salah klo dibilang AAC adalah novel romatis legendaris abad ini

  2. Rahma berkata:

    He, jangan salah.. Yang Jalan Cinta Para Pejuang itu bukan novel. Recommended! Five stars! Baca deh! Cari aja di Mbah Google tentang buku itu dengan keyword; salim a. fillah jalan cinta para pejuang
    Salim ini sudah banyak nulis buku yang hampir semua best seller: Agar Bidadari Cemburu Padamu, Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, bahagianga Merayakan Cinta, Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, dll..

  3. nanti ana buat judul bukU JUGA “CINTA KO DILAWAN”.atau “GARA-GARA CINTA MESJIDPUN KUDATANGI” atau “KANDASNYA CINTA DI SAF PERTAMA” atau “AKU TERBANGUN DI KALA CINTA DATANG” atau ” GAJIKU LENYAP DEMI CINTA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s