Mengapa Kita Tidak Boleh Diam

Kalau ada orang yang tanya, “Bagaimana kabarmu?” biasanya kita menjawab, “Baik-baik saja.” Tetapi, pernahkah sebelum menjawab, kita balik bertanya, “Baik dalam hal apa?” Bisa jadi seseorang merasa baik-baik saja karena badannya masih sehat, meski rumahnya telah roboh karena gempa. Namun dalam kondisi yang sama, ada pula yang merasa bernasib buruk karena tidak lagi punya rumah. Baiklah, jika sekarang kita ditanya, “Bagaimana kabar masyarakatmu?” sepertinya kita perlu bertanya dulu, dalam hal apa? Sadar atau tidak, saat ini ada ‘orang asing’ yang telah memasuki kehidupan kita. Tidak hanya masuk, tetapi ia juga memengaruhi berbagai bidang kehidupan yang kita lalui bersama. Ia memiliki inisial ‘6F’, yaitu finance, food, film, fashion, fun, dan faith. Apa sajakah dampak yang telah ditimbulkan?

1. Finance (ekonomi)

Di bidang ekonomi, seluruh dunia seakan tunduk pada satu aturan finance international. Mulai dari rumus hingga istilah-istilah yang digunakan dalam ekonomi/keuangan, semuanya menggunakan istilah Barat. Selama masih menguasai financial, maka merekalah yang akan menjadi penguasa global. Berbagai pinjaman dana luar negeri yang tampaknya membantu, justru akan menjadi bom waktu jika tidak segera dilunasi. Hutang semakin lama akan semakin menumpuk dan menjadi beban bagi anak keturunan. Bacalah berita berikut ini:

VIVAnews – Pemerintah mengumumkan, per 31 Mei 2011, memiliki utang US$ 201,07 miliar atau Rp 1.716 triliun dengan kurs Rp 8.537 per dolar AS. Utang ini melonjak dibandingkan posisi akhir 2010, yang tercatat Rp 1.676 triliun.

Dalam data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, utang tersebut lebih dari setengahnya dalam bentuk Surat Berharga Negara. “Proporsi pinjaman luar negeri sebesar 34 persen, sedangkan SBN 65,7 persen,” tulis keterangan itu, Senin 13 Juni 2011.

Sekarang, mari kita berhitung. Jika hutang itu dibebankan kepada seluruh penduduk Indonesia secara merata, berapakah uang yang harus kita bayar? Berdasarkan survei penduduk Maret 2010, penduduk Indonesia berjumlah 237.556.363 orang. Anggap saja penduduk Indonesia tahun ini genap menjadi 240 juta orang. Maka jumlah utang setiap kepala adalah: Rp 1.716.000.000.000.000,00 / 240.000.000 = Rp 7.150.000,00. Bayi yang baru lahir saja sudah menanggung utang 7 juta!

Baca lebih lanjut