Buah Skripsi (1): Software Challenge IUGC 2013 di ITB

Di saat-saat menunggu wisuda, seorang adik angkatan geofisika menawari saya untuk mengikuti lomba IUGC (Indonesian Undergraduate Geophysics Competition) 2013. Kompetisi ini diadakan oleh Teknik Geofisika ITB. Ada 3 macam kompetisi pada IUGC yang baru diadakan kedua kalinya ini, yaitu Geophysical Data Interpretation, Geophysical Survey Design, dan Geophysical Software Challenge. Berbeda dengan IUGC 2011 yang hanya ada cerdas cermat.

Jadi ceritanya adik kelas yang mau ikut Geophysical Software Challenge target pembuatan softwarenya meleset, sehingga tidak memungkinkan ikut lomba. Saya diminta menggantikannya, ‘mumpung’ software saya juga sudah ada. Awalnya ragu, tetapi setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya saya bersedia.

Singkat cerita, sampailah kami bertujuh (GDI: Putri, Paula, Ninda; GSD: Fajar, Ardi; GSC: saya, official: Tika) di Bandung naik kereta bisnis dari stasiun Tugu Yogyakarta. Baca lebih lanjut

Skripsi (3): Pendadakan dan Pendadaran

8 Januari 2013

syarat_skripsi

Waktu itu saya ke TU untuk menanyakan syarat-syarat ujian. Ternyata saya harus mengisi form tugas akhir disertai draft skripsi yang sudah disetujui oleh dosen pembibing skripsi. Meluncurlah saya menemui Pak Eddy. Tiba-tiba saya bersemangat untuk bisa wisuda Februari. Maklum, saya sudah gagal memenuhi target wisuda 2 kali. Saya bilang ke beliau kalau ingin wisuda Februari. Oleh karena itu saya harus ujian sebelum batas yudisium yang jatuh pada tanggal 16 Februari (kalau tidak salah ingat). Untuk itu saya harus segera mendaftarkan diri ke TU untuk ujian skripsi, dan memerlukan persetujuan dan tanda tangan Pak Eddy. Alhamdulillah, beliau memberikan izin meski saya baru seminar 1 kali, dan seminar kedua baru akan dilakukan tanggal 11 Januari. Maka jadwal yang paling memungkinkan adalah tanggal 14 Januari. Hari itu juga saya mengumpulkan syarat-syarat ujian skripsi. Ini yang namanya pendadakan. Baca lebih lanjut

Skripsi (2): Mengejar Deadline

Berikut ini catatan pertemuan saya dengan dosen yang berhubungan dengan skripsi:

 kartu_kendali

20 Desember 2011

Saya meminta Pak Eddy Hartantyo, salah satu dosen Geofisika yang masih relatif muda untuk menjadi dosen pembimbing skripsi. Beliau menyambut baik niat saya untuk membuat software, dan memberi hadiah berupa source code softwarenya yang ditulis dalam bahasa Basic. Hampir 3 bulan (minus 2 pekan proyek di Palembang) saya mencoba mempelajari bahasa Basic dan menulis ulang software itu. Namun sepertinya ada yang salah dengan apa yang saya ketik sehingga software itu tidak pernah bisa berjalan sebagaimana seharusnya.

18 Maret 2012

Begitu masuk ke ruangan Pak Eddy, beliau bertanya saya kerja di mana. Saya dikira sudah lulus, padahal saya adalah mahasiswa bimbingannya. Saking lamanya saya tidak konsultasi, beliau sampai lupa. Haha. Saya konsultasi mengenai software Pak Eddy yang tidak bisa saya jalankan. Alhamdulillah beliau berkenan memberi softcopy sekaligus compilernya.

Pekerjaan berikutnya adalah menerjemahkan software Pak Eddy dari bahasa Basic ke C#. Begitu lamanya karena saya harus belajar dari nol Baca lebih lanjut

Skripsi (1): Idealisme vs. Realitas

KULIAH adalah jawaban ‘nyaman’ untuk diucapkan ketika ditanya seseorang mengenai pekerjaan. Pertanyaan berikutnya juga masih membuat merasa nyaman: ‘di mana’ dan ‘jurusan apa’. Namun pertanyaan berikutnya akan memiliki citarasa yang berubah setiap tahunnya: “Semester berapa?”

1 – 3: “Baru semester 1…” (senyum bangga, mahasiswa baru universitas terkenal)
4 – 6: “Masih semester 4…” (senyum biasa, tertekan oleh tugas kuliah & organisasi)
7 – 9: “Udah semester 7…  Lagi cari bahan skripsi” (stress, susah cari tema dan bahan)
> 9: “Udah Semester akhir… Lagi ngerjain skripsi” (malu, nggak ngaku semester berapa)

Baca lebih lanjut

Gara-gara Ayat-ayat Cinta

Kesuksesan novel AAC (ayat-ayat cinta) memang tak diragukan lagi. Buktinya, novel ini sampai difilmkan. Tak sedikit orang yang tertarik dan menonton filmnya meskipun belum membaca novelnya. Menceritakan kisah cinta yang tak biasa, membuatnya menarik untuk dibaca.

Ada satu lagi bukti yang menarik tentang kesuksesan novel ini. Ayat-ayat cinta mampu melahirkan sebuah sindrom yang aku sebut sindrom mengekor. Kasusnya mirip dengan yang terjadi di siaran televisi. Ketika sebuah acara tv mendapat rating yang tinggi dari penonton, maka muncullah acara sejenis di stasiun tv yang lain. Contohnya cerita religi, sinetron anak yang ajaib-ajaib, reality show, dan masih banyak lagi. Yang sering nonton tv pasti tau lah.

Nah, sama halnya dengan ayat-ayat cinta. Setelah novel ini sukses di pasaran, muncullah novel-novel lain yang bertema cinta. Judulnya pun mirip. Sebuah ‘kata berbahasa arab’ yang diikuti dengan kata ‘cinta’. Bahkan nama pengarangnya pun mirip (atau memang dimirip-miripkan). Hehe.
Baca lebih lanjut

Mahasiswa UGM Diculik!

Sabtu siang, 30 Agustus 2008 pukul 13.15 WIB, di sebuah musholla yang tenang dan damai.

Temenku baru saja ditelepon ayahnya. Entah ngomong masalah apa. Tapi sempat ngasih tau kalo ada anak UGM yang diculik. Hah! Yang anak UGM sendiri malah belom tau. Aku pun jadi penasaran. Aku harus memastikan kebenaran berita itu. Maka insting detektifku pun muncul. Yang pertama kuhubungi adalah Mr. G (keliatan banget). Seteleh kutelusuri selama bermenit-menit, akhirnya terungkaplah siapa jati dirinya. Apakah tokoh fiktif atau nyata.

Kronologis Penculikan

Pada Selasa lalu (26/8/08) Ayah Jejen mendapat SMS dari Jejen. Isinya mengabarkan bahwa sekitar pukul 11.00 WIB, ketika dirinya sedang berangkat kuliah melewati jalan Malioboro, dipanggil oleh 3 orang laki-laki tak dikenal yang dikira temannya. Lalu dia pun mendekat. Tapi tiba-tiba dia langsung dimasukkan dalam mobil Isuzu Panther yang didalamnya sudah menunggu 4 laki-laki yang juga tidak dikenalnya. Selanjutnya korban dibawa pergi.

Pada hari rabu (27/8/08) ayah Jejen kembali mendapatkan pesan singkat lewat SMS dari Jejen yang isinya korban dinaikkan ke sebuah kapal bersama 50-60 orang lainnya, dan dibawa ke Surabaya. Mereka dipaksa menjadi pekerja dan dikirim ke Australia. (sumber: tempo & suara merdeka)

Siapa Jejen?

Dia adalah temenku (temennya temenku dink. berarti kan temenku juga. hehe). Nama lengkapnya adalah Jejen Suwandi. Lahir di Karawang, 11 Maret 1989. Alamatnya di Babakan Kukun, desa Panyingkiran, kec. Rawamerta, kab. Karawang, Jawa Barat. Baca lebih lanjut

Diary Pascal 2008: Hari ke-4 (bag 2-habis)

Lalu, dibacakanlah usulan final setiap kelompok oleh masing-masing perwakilan. Setiap kelompok memiliki 1-2 usulan pokok. Kelompok A mengusulkan untuk membuatkan rumah singgah, dan mengajarkan pendidikan informal bagi anak-anak jalanan itu. Pokoknya anak-anak jalanan dibuat betah di rumah, sekaligus diberi pendidikan berupa baca-tulis maupun ketrampilan-ketrampilan lain oleh sukarelawan dari mahasiswa baru.

Sedangkan usulan dari kelompok B adalah memberikan mereka sumbangan berupa uang. Uang itu dikumpulkan oleh setiap mahasiswa baru fmipa ugm 2008, sebanyak 100 rupiah setiap harinya. Andaikan jumlah maba itu 800 orang, maka tiap harinya akan terkumpul uang sebanyak 80.000 rupiah. Dan dalam sebulan terkumpul Rp 2.400.000,00. Uang segitu cukuplah untuk membiayai sekolah para anak jalanan.

Baca lebih lanjut