Gara-gara Ayat-ayat Cinta

Kesuksesan novel AAC (ayat-ayat cinta) memang tak diragukan lagi. Buktinya, novel ini sampai difilmkan. Tak sedikit orang yang tertarik dan menonton filmnya meskipun belum membaca novelnya. Menceritakan kisah cinta yang tak biasa, membuatnya menarik untuk dibaca.

Ada satu lagi bukti yang menarik tentang kesuksesan novel ini. Ayat-ayat cinta mampu melahirkan sebuah sindrom yang aku sebut sindrom mengekor. Kasusnya mirip dengan yang terjadi di siaran televisi. Ketika sebuah acara tv mendapat rating yang tinggi dari penonton, maka muncullah acara sejenis di stasiun tv yang lain. Contohnya cerita religi, sinetron anak yang ajaib-ajaib, reality show, dan masih banyak lagi. Yang sering nonton tv pasti tau lah.

Nah, sama halnya dengan ayat-ayat cinta. Setelah novel ini sukses di pasaran, muncullah novel-novel lain yang bertema cinta. Judulnya pun mirip. Sebuah ‘kata berbahasa arab’ yang diikuti dengan kata ‘cinta’. Bahkan nama pengarangnya pun mirip (atau memang dimirip-miripkan). Hehe.
Baca lebih lanjut

Iklan

doa memperkuat cinta pada Allah

Jika Ia mencintaimu, maka Ia akan memberikan apapun yg kau minta.

Allaahumma innii as aluka hubbaka wa hubba mayyuhibbuka wal’amalalladzii yuballighunii hubbaka allaahummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa ahlii wa minal maa il baarid.
“Ya Allah, Aku memohon padaMu agar meraih cintaMu, cinta orang yang mencintaiMu, & mencintai amalan yg menghantarkan pada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai dari diriku, keluargaku, & dari air yg dingin.” (HR. Tirmidzi)